Ketua DPD RI La Nyalla Bersama Agusrin-Imron

0 107

PesonaNusa. Bakal Calon Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamuddin dan Bakal Calon Wakil Gubernur Bengkulu, Imron Rosyadi, bertemu dengan Ketua DPD RI, Ir. La Nyalla Mahmud Mattalitti, Rabu (2/9).

Pertemuan tersebut, silahturahmi sekaligus mohon do’a, agar diberikan kelancaran mengikuti proses pilkada di Provinsi Bengkulu, hingga ditetapkan menjadi gubernur dan wakil gubernur nantinya.

Begitu disampaikan Agusrin-Imron usai menerima rekomendasi B1-KWK dari parpol pengusung, di Jakarta didampingi Wakil DPD RI, Sultan B Najamudin.

“Silaturahmi, sekaligus mohon doa, agar diberikan kelancaran mengikuti proses Pilkada di provinsi Bengkulu, hingga di tetapkan menjadi gubernur dan wakil gubernur,” jelas Agusrin-Imron.

Dari doa restu dari para sahabat dan rekan-rekan yang ada di Jakarta, setidaknya menjadikan energi dan semangat baru, dalam berupaya mengikuti perta demokrasi di Provinsi Bengkulu.

“Alhamdulillah, di semua kabupaten dan kota yang ada di provinsi Bengkulu, mendekati pelaksanaan pilkada, dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, terus mengalir dan bertambah, untuk pasangan Agusrin-Imron. Kedepan kita bisa kembali membagun Provinsi Bengkulu, yang lebih baik lagi, demi kemajuan sektor ekonomi seluruh warga masyarakat yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu,” terangnya.

Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, mengatakan sudah mengenal Agusrin sejak lama, apa lagi adiknye Sultan B Najamudin, saat ini bersama-sama dengannya di DPD RI.

“Sepengetahuan saya pak Agusrin, berkeinginan sekali Provinsi Bengkulu itu maju baik di bidang pariwisata, pertanian, kelautan maupun sektor-sektor lain,” terangnya.

“Sebab Bengkulu mampu melakukan itu, karena di Bengkulu punya segalanya. Makanya pemerintah pusat sangat perihatin dengan kondisi kemajuan Provinsi Bengkulu, yang sangat lamban saat ini. Seharusnya Bengkulu, lebih cepat maju dan keluar dari ketertinggalan dari provinsi-provinsi lain yang ada di sumatera,” jelasnya. [mrx]

Leave A Reply

Your email address will not be published.