Anggaran Covid19 Dibahas Banggar

0 52

PesonaNusa. Pihak Pemprov Bengkulu menyiapkan Rp 15 miliar untuk penanganan Covid19, namun terjadi penambahan Rp 5.2 miliar setelah dilakukan penyisiran anggaran pada 15 item APBD TA 2020.

Dengan total anggaran sekitar Rp 20.2 miliar tersebut, diharapkan dapat digunakan untuk penanganan dampak sosial akibat Covid19 dengan memberdayakan sektor pertanian (produk lokal) dan UMKM Bengkulu. 

Refocusing dan realokasi anggaran tahap pertama kemarin masih belum final, masih dapat direvisi maupun ditambah sesuai kebutuhan daerah. Sehingga terus dikoordinasikan dengan pihak Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (27/4).

Dewan Fraksi PAN, Dempo Xler, berulang kali mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah supaya sesegera mungkin melakukan penganggaran dalam antisipasi Covid19 di setiap daerah yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Saya mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk merelokasikan anggaran dana dalam memerangi Covid-19 ini sebesar Rp 500 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu,” ungkap Dempo Xler.

Menurutnya, Provinsi Bengkulu pasti mampu dalam merelokasi anggaran tersebut untuk memerangi Covid19.

“Provinsi Bengkulu pasti mampu menganggarkan Rp 500 miliar untuk memerangi Covid-19 ini, dan nanti dibagikan kepada setiap kepala daerah masing-masing yang ada di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Dempo menilai, 3.36 triliun pendapatan daerah dengan pergeseran dana Rp 500 miliar tersebut bisa didapatkan melalui peralihan anggaran yang menurutnya untuk saat ini dinilai belum penting.

“Seperti pemangkasan dana hibah Pilkada, batalkan pembelian kendaraan dinas, pangkas seluruh uang perjalanan dinas dari setiap OPD dan DPRD, batalkan pembangunan fisik yang tidak urgent seperti pembangunan rehab lapangan tenis indoor, rehab Balai Semarak, dan uang tak terduga lainnya yang itu belum penting,” tegasnya.

“Rp 500 miliar itu nantinya dibagi rata di setiap daerah, dalam penanggulangan bencana Covid19. Di antaranya pembelanjaan seperti masker, alat rapid test, disinfektan serta Alat Pelindung Diri (APD) lainnya, dan persiapan sembako selama masa bencana Covid-19,” tutup Dempo. 

Dari yang disampaikan Dempo, Pemprov saat ini hanya memindahkan anggaran dinas yang ada untuk usulan refocusing.

“Anggaran yang diusulkan itu adalah anggaran internal seperti yang sudah ditetapkan,” kata Dempo.

Kendati demikian, Pemprov masih terus mengkaji refocusing APBD dengan prediksi penanganan Covid19 senilai Rp 30,8 miliar. [**]

Leave A Reply

Your email address will not be published.