Terimakasih Covid19, Bumi Kembali Bersih

0 133

PesonaNusa. Mengenang pristiwa 20 juta rakyat Amerika Serikat turun ke jalan mengecam kerusakan lingkungan, setiap 22 April sepakat diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia “Earth Day” sejak 1970.

Pegiat Sosial dan Lingkungan, Tangguh Sipria Riang mengatakan, kini 50 tahun berlalu. Aksi serupa juga terjadi. Bahkan lebih dahsyat. Melibatkan miliaran rakyat dari seluruh dunia.

Bedanya, mereka tidak turun ke jalan. Hanya di rumah saja. Untuk satu tujuan, menyehatkan bumi.

“Sepi, sendiri, aku benci,” kata Dian Sastro.

“Aku ingin segar, kamu di rumah aja,” sahut Bumi.

Aksi massal sudah dilakukan jauh hari, Lanjut Tangguh. Dampak Covid-19 jelas, ini jadi kado terindah. Untuk rumah segala makhluk. Tepat saat peringatan emas. Bumi kembali bernapas. Bernapas lega tanpa polusi.

Tak lama berselang, lanjut Tangguh, beredar foto-foto kota di dunia. Jalanan lengang. Langit dan sungai kembali bersih. Ikan-ikan kembali terlihat di Venezia. Bahkan, ada yang berkelakar, “Bumi terlihat dari Bekasi.”

“Sedikit cerita soal sungai. Saya teringat kunjungan ke Tokyo, Jepang. Beberapa bulan lalu,” ungkapnya mulai bercerita.

Saya berjumpa sekelompok milenial lintas negara. Kami berbincang di tepi sungai Sumida alias Sumidagawa. Sungai ini menjadi kanal drainase. Preventif banjir. Sejak zaman Edo.

Saat malam hari di Sumida. Tokyo Skytree gagah berdiri. Simbol bangunan tertinggi. Tampak juga jembatan Pelangi (Rainbow Bridge) Odaiba dan jembatan Kachidoki. Berpijar, efek lampu-lampu LED warna-warni. 

Tapi, bukan itu yang bikin saya betah. Duduk di tepi sungai Sumida. Tidak ada nyamuk di sini. Airnya juga tidak berbau. Jangan-jangan, nyamuknya sudah direlokasi. Dari bantaran sungai ke Rusun? Entahlah.

Saya sampaikan kepada kawan-kawan lintas negara. “Indonesia juga punya sungai bersih seperti ini. Namanya Ciliwung, di Jakarta.”

Mereka semua tertegun. Tapi, tidak ada yang bertanya. Karena saya bicara dalam hati.

Ciliwung bersih, bukan khayalan. Setidaknya, untuk beberapa tahun ke depan. Sungai di Indonesia, khususnya Jakarta. Bisa seperti Sumida. Tanpa harus menunggu imbas virus Corona.

Menyehatkan bumi tidak bisa instan. Bahkan mi instan saja tidak benar-benar instan. Harus di masak dulu, Kan?

Mulailah dari diri sendiri. Rangkul semua generasi. Ajak kerabat, musuh, dan kawan. Ubah perilaku ramah lingkungan. “Earth Day is every day and anywhere you are.”

Selamat Hari Bumi. Salam Lestari.

 [mrx/rls]

Leave A Reply

Your email address will not be published.