Usin Serap Aspirasi Warga di TPA Air Sebakul

0 61

PesonaNusa. Kalau biasanya kegiatan serap aspirasi anggota DPRD Provinsi Bengkulu digelar di tengah kota pemukiman penduduk, lain halnya dengan Usin Abdisyah Putra Sembiring yang memilih pinggiran kota, di lokasi pembuangan sampah sebagai tempat reses.

Tepatnya, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Air Sebakul RT 23 Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Usin Abdisyah PS sedang berdialog dengan warga

 

Usin sapaan akrabnya, menyampaikan alasan dirinya memilih TPA sebagai lokasi reses karena dinilai lokasi tersebut jarang mendapat perhatian pemerintah.

“Kita mesti berfikir masalah TPA ini adalah masalah bersama, dan harus dicari solusi bagaimana meningkatkan kesejahteraan warga sekitar dan bagaimana (pengelolaan) TPA ini dalam jangka panjang,” ucap anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu ini, Rabu (12/2).

Dia menuturkan, perlu ada solusi masalah pembuangan sampah karena sampah di Kota Bengkulu semakin hari semakin besar. Sementara konsep daur ulang sampah, nilai ekonomi, ekosistemnya itu tidak pernah terfikirkan.

“Masukan-masukan yang ada dari warga dan pembangunan itu tidak tersentuh dari pihak provinsi,” sampainya.

Menurut mantan pengacara ini, kedepan Gubernur Provinsi Bengkulu mesti mengintervensi bagaimana mengelolah sampah ini. Kemudian, melakukan pendampingan.

Bagaimanapun juga, kata Usin, (sampah) ini merupakan limbah dan limbah itu bisa dirubah menjadi pemasukan.

“Nah, caranya seperti apa nanti juga akan kita bahas di DPRD akan menjadi agenda. Dari hasil reses ini akan kita sampaikan,” ujarnya.

Camat Selebar Sehmi mengatakan, reses yang dilakukan Usin ini tidak salah pilih, karena lokasi yang dipilih jarang diperhatikan orang lain.

“Biasanya kalau yang sudah jadi (dewan) itu cari yang licin-licin, tidak mau masuk gang-gang,” ungkapnya, saat memberi sambutan di pembukaan reses. Ia menambahkan, pihaknya berharap berkenaan dengan kota ini tenaganya kencang, tetapi bensinnya itu terbatas.

“Berkenaan dengan pengelolaan limbah sampah keluarga ini kami mohon aspirasi ini disampaikan. Kita jadikan daerah ini bukan hanya Bantaran Gebang, tetapi kita jadikan daerah ini pulau-pulau mutiara. Plastiknya bisa didaur ulang, bahan-bahan yang lain bisa didaur ulang, bisa dijadikan kerajinan tangan keluarga dan ini menjadi sumber-sumber ekonomi yang selama ini tidak diperhatikan,“ jelasnya.

Selain itu, Ketua RT 23 Kelurahan Sukarami S, Harjomtono mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan perhatian terhadap warganya di TPA.

“Terimakasih kepada bapak yang telah menyempatkan diri untuk memperhatikan warga kami di lingkungan RT 23 RW 04 khususnya,” tuturnya.

“Kami berharap banyak kepada bapak untuk membantu pembangunan terutama jalan. Kapan hujan itu becek, jadi mau keluar itu nggak bisa. Sepatu harus pakai sendal dibungkus asoy untuk anak sekolah, sampai ke jalan aspal itu baru di lepas asoy, baru nampak sendal dan sepatunya,” tambahnya.

Jadi, sambung Ketua RT, sebenarnya kami tahu jalan itu masuk kota. Tetapi, alangkah baiknya kalau dari pemerintah provinsi bisa membantu diberi tahu ke pemerintah kota.

“Kedepan, jelasnya kami dari lingkungan RT 23 ini sangat mengharapkan sekali untuk pembangunan jalan ini. Proposal sudah kami masukkan pak, hasil dari Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan sudah kita masukkan ke DPRD kota, PU kota,” tandasnya. [***]

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.