Luar Biasa… UPTD Workshop Optimis Soal PAD dan Penanganan Bencana

Hearing Bersama Komisi III

0 58

PesonaNusa. Komisi III DPRD Bengkulu Utara, Selasa (11/2/2020) menggelar hearing bersama Dinas PUPR terkait PAD alat berat UPTD Workshop. Hearing dipimpin ketua Komisi III, Hasdiansyah dan dihadiri para anggota komisi III diantaranya Dwi Tanto, Emi Arfanita dan Hotman Sihombing. Dari pihak PUPR hadir Kadis PUPR, Heru Susanto didampingi Kepala UPTD Workshop, Hadi Suwoto.

Dalam paparannya Hadi mengatakan keberadaan alat berat workshop tidak hanya berfungsi untuk mengejar PAD semata. Tapi juga berfungsi untuk penanganan bencana.

“Kalau mengenai target PAD kita optimis bakal tercapai bahkan kita akan upayakan lebih. Namun untuk diketahui juga bahwa alat berat workshop tidak hanya untuk mengejar PAD saja tapi juga berfungsi untuk membantu saat penanganan bencana,” ujarnya.

Diungkapkan Hadi sejauh ini kendala yang sering dihadapi pihaknya yakni soal mobilisasi. Sebab hingga saat ini Bengkulu Utara belum memiliki mobil tronton untuk membawa alat berat ke lokasi.

“Sudah sering kita ajukan untuk pembelian tronton tapi sampai sekarang belum terakodir karena keterbatasan anggaran daerah,” imbuhnya.

Anggota Komisi III, Emi Arfanita mengatakan pihaknya sudah mendengar penjelasan dari pihak PUPR. Dari paparan yang disampaikan, pihaknya meminta kepada PUPR dalam hal ini UPTD workshop untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III lainnya, Hotman Sihombing dan Dwi Tanto. Menurut mereka pada prinsipnya tidak terlalu banyak permasalahan yang pihaknya temukan pada pengelolaan alat berat workshop. Hanya saja mereka berharap pihak workshop untuk meningkatkan target PAD pada tahun berikutnya.

“Mengenai berkas administrasi seperti surat pemesanan dan kwitansi semua lengkap, tidak ada masalah. Hanya kita melihat target yang ditetapkan masih terlalu kecil. Jadi harus ditingkatkan pada tahun berikutnya,” ujar Sihombing didampingi Dwi Tanto. [***]

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.