Jika Benar Kemana Uang Rp 600 juta Itu “Mengalir”

0 692

PesonaNusa. Satu-persatu mulai menanggapi perihal pertemuan Bupati Bengkulu Utara, Mian dengan kontraktor PT Fermada Tri Karya.

Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Utara, Febri Yurdiman, berpendapat jika benar dugaan ada oknum pejabat Pemda Bengkulu Utara dengan istilah pinjaman Rp 600 juta kepada kontraktor dalam proyek APBN Bendungan Sengkuang senilai Rp 4.9 miliar tahun anggaran 2017 seperti yang dikabarkan, dengan kemungkinan merupakan pemberian komitmen fee untuk proyek tersebut, maka itu patut diindikasikan masuk delik tindak pidana korupsi yaitu suap menyuap.

Dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 30 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi baik pemberi maupun penerima suap dua-duanya bisa dipidana.

“Walaupun uang tersebut dikatakan pinjaman. Tapi itu tetap janggal mengingat pihak peminjam adalah oknum Pemda,” terang Febri.

Janggalnya lagi kata politisi Perindo ini, jika tidak ada masalah yang ditutupi. Untuk apa bupati sampai harus bertemu langsung dengan kontraktor.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah kemana saja aliran uang Rp 600 juta tersebut,” terangnya.

Dia berharap pihak penegak hukum baik jaksa, polisi maupun KPK harus segera bertindak cepat.

“Selama ini memang uang suap disamarkan dengan banyak istilah misalnya titipan, pinjaman, sumbangan dan lain-lain. Tapi biarlah penegak hukum yang memproses itu,” ungkapnya berpendapat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kontraktor proyek Bendungan Sengkuang TA 2017 menggugat perdata Pemda Bengkulu Utara Cq Dinas PUPR Bengkulu Utara di PN Argamakmur, lantaran diputus kontrak sepihak yang mengakibatkan kerugian materi Rp 2.4 miliar, selain itu pihak kontraktor merasa dirugikan secara immaterial dengan nilai Rp 4 miliar. [mrx]

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.