Pemda BU Digugat, Soal Proyek Bendungan Sengkuang

Diduga Ada Pinjaman Rp 600 juta

1 431

PesonaNusa. Pemda Bengkulu Utara Cq Dinas PUPR Bengkulu Utara digugat. Kali ini soal proyek bendungan Sengkuang di Desa Sengkuang, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan nilai kontrak dari DAK Rp 4.9 miliar pada tahun anggaran 2017.

Hal itu resmi didaftarkan ke PN Argamakmur oleh kontraktor pelaksana perusahaan Permada Tri Karya melalui kuasa hukumnya Kantor Hukum SBSU & Team, hari ini Rabu (27/11) sebagai pihak penggugat dalam bentuk perdata.

Disampaikan kuasa hukum Ruben Pangabean, kliennya merasa dirugikan senilai Rp 2.2 miliar dan inmaterial Rp 4 Miliar akibat dari pemutusan kontrak dari proyek tersebut dengan dugaan secara sepihak oleh pihak DPUPR Bengkulu Utara, termasuk Rp 600 juta pinjaman yang diklaim oleh ke pihak kliennya.

“Upaya secara kekeluargaan juga sudah kami lakukan namun tidak ada titik temu. Kami juga baru kali itu ikut di Bengkulu Utara, kapok lah,” keluhnya.

Disisi lain, Kepala Dinas PUPR Bengkulu Utara, Heru Susanto, mengatakan pihaknya belum menerima apa yang menjadi materi gugatan dari pihak penggugat.

Meski demikian, hal tersebut akan pihaknya akomodir sesuai dengan penilaian hasil hitung pengerjaan sebelumnya dari tim independent.

“2018 sudah kita anggarkan namun pihak kontraktor belum menyerahkan pemberkasannya hingga tutup tahun anggaran. Saat ini uang tersebut tetap tersimpan di kas daerah, untuk 2019 memang tidak dianggarkan dan dinas tidak ada pinjaman,” ujarnya. [mrx]

 

1 Comment
  1. Kristiatmo says

    mantap smkn ada kemajuan dlm hal transparansi keadilan di BU.

Leave A Reply

Your email address will not be published.