Pemprov Bengkulu Sosialisasikan Temuan Benda Cagar Budaya

0 91

PesonaNusa. Dialog Interaktif dengan tema Cagar Budaya dan Pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat, digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi yang Bekerjasama dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi)  Bengkulu.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian sosialisasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh BPCB Jambi yang menaungi 4 wilayah dan salah satunya Provinsi Bengkulu.

Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan cagar budaya yang ada di Provinsi Bengkulu pada mahasiswa sebagai salah satu stakeholder.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya merupakan salah satu cara dalam mensosialisasikan penemuan benda cagar budaya yang ada di Bengkulu.

“Kegiatan-kegiatan ini dalam rangkan mensosialisasikan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh Balai Cagar Budaya, pelaksanaan itu salah satunya meneliti budaya yang ada di Bengkulu. Salah satunya survei bawah air laut pulau tiku dan survei lebong tandai,” kata Yuliswani saat ditemui selepas pembukaan di Gedung Serbaguna Universitas Dehasen Bengkulu, Senin (28/10).

“Karena informasi ini baru, tentu ini merupakan suatu yang bisa kita buat untuk destinasi wisata juga” pangkas Yuliswani

Sementara itu, Abdul Khafi yang Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi)  Bengkulu tegaskan ada penemuan Guci di bawah laut Pulau Tikus yang dibantu oleh Anggota Selam Genpi.

“Di Genpi ada komunitas selam yang kota gunakan untuk melakukan penyelaman di bawah laut untuk menggali potensi bawah laut pulau tikus, ternyata memang ditemukan beberapa yang diduga sebagai Benda Cagar Budaya salah satunya di Pulau Tikus ialah penemuan Guci,” tegas Abdul.

Sementara saat diklarifikasi terkait situs Arkeologi di Pulau Enggano, Abdul menegaskan dengan semangat bahwa ada Benda Cagar Budaya Berupa Jangkar di Pulau Enggano dan Pulau Tikus.

“Bukan hanya jangkar di Pulau Enggano yang mau dilakukan penelitian oleh BPJB Jambi dan Balai Arkeologi Sumatera Selatan tapi juga jangkar yang ada di Pulau Tikus, Ada 8 jangkar yang tertata secara rapi, nah itu belum diketahui, itu dari mana dan siapa meletakkan disitu,” tutup Abdul. [mrx/rls]

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.